Selasa, 01 Januari 2013

Manfaat Internet dalam Bidang Pariwisata Khususnya di Indonesia

 Dunia Pariwisata merupakan salah satu sektor penghasil devisa yang memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Apabila sektor pariwisata dikembangkan dan dikelola dengan baik akan memberikan sumbangan yang besar terhadap keuangan negara.
Undang-undang No. 9 Tahun 1990 menyebutkan bahwa Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha lain yang terkait dibidang tersebut. Selanjutnya dikemukakan bahwa jenis usaha dibidang pariwisata mencakup beberapa jenis usaha antara lain adalah jenis usaha penyediaan akomodasi, penyediaan makanan dan minuman, penyediaan angkutan wisata, penyediaan sarana wisata dan kawasan pariwisata.
Pengembangan sektor pariwisata secara lebih luas juga akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, sektor ekonomi riil yang ada di masyarakat seperti kerajinan, aneka makanan, penginapan, hotel dan sebagainya dapat berkembang, dengan bangkitnya sektor ekonomi riil akan mampu meningkatkan derajat hidup masyarakat baik sandang, pangan, papan, pendidikan maupun kesehatan.
Besarnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri pariwisata dapat mempercepat akselerasi kemajuan dunia pariwisata di Indonesia. Melalui kerjasama antara Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dan Departemen Komunikasi dan Informasi, promosi potensi wisata Indonesia dapat disebarkan kepada masyarakat luas baik secara nasional maupun internasional, oleh karena itu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai sarana promosi pariwisata Indonesia ke seluruh dunia.
Pada saat ini media yang digunakan untuk mempromosikan pariwisata jauh lebih banyak dari periode sebelumnya. Kemajuan teknologi informasi merupakan salah satu faktor pendorongnya. Teknologi ini sudah banyak diadopsi oleh kalangan pemerintahan, pendidikan, bisnis dan lainnya sebagai sarana promosi, desiminasi informasi dan transaksi, oleh karena itu kemudian muncul istilah e-government, e-learning, e-business, e-commerce dan sebagainya.
Bahwa dunia pariwisata yang menjadi salah satu bidang garapan pemerintah sudah saatnya memanfaatkan Teknologi Informasi sebagai implementasi dalam e-government untuk mempublikasikan dan memasarkan potensi wisata daerah. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi berarti adanya suatu Sistem Informasi Manajemen yang berbasis pada pengolahan data elektronik. Namun demikian sebenarnya masih banyak hambatan atau kendala yang dihadapi dalam penerapan Teknologi Informasi ini diantaranya yaitu masih terbatasnya Sumber Daya Manusia yang handal dibidang ini yang mampu mengelola, memanfaatkan dan mengembangkan teknologi informasi dibidang pariwisata, fungsi Teknologi Informasi untuk proses pengolahan data dan transaksi yang komplek serta penyediaan informasi bagi publik masih sangat terbatas, terkadang masih dijumpai keengganan sebagian birokrat untuk membuka akses kepada publik padahal memang data dan informasi tersebut ditujukan untuk konsumsi publik.
Seiring meningkatnya petumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, kebutuhan untuk berliburpun semakin meningkat sehingga diperlukan suatu informasi tentang tujuan wisata, obyek wisata yang menarik, sarana yang tersedia seperti transportasi, produk wisata dan sebagainya, namun demikian seringkali wisatawan atau calon wisatawan baik lokal maupun mancanegara mengalami kesulitan untuk memperoleh informasi tersebut karena tidak mengetahui dimana dan dari siapa informasi bisa didapatkan. Oleh karena itu informasi dibidang pariwisata perlu disiapkan dengan baik dan terstruktur agar publik dapat mengakses dengan mudah.
Pada saat ini pemanfaatan Teknologi Informasi atau TI untuk pengembangan pariwisata di Indonesia masih lemah, Sampai saat ini belum ada website khusus yang menyediakan informasi yang lengkap mengenai sistem pariwisata di Indonesia, misalnya meliputi informasi lokasi, harga, hotel dan restoran terdekat. Selain itu, Indonesia juga belum memiliki sebuah perangkat lunak yang dapat membantu merencanakan perjalanan pariwisata berdasarkan kondisi tertentu, misalnya budget yang dimiliki oleh wisatawan dan kriteria objek wisata yang dikehendaki wisatawan. Dengan adanya beberapa fenomena seperti ini, tentu saja akan menimbulkan dampak bagi pertumbuhan pariwisata di Indonesia yang seharusnya sangat berpotensi untuk berkembang pesat. Disamping itu, terutama bagi wisatawan awam yang sangat membutuhkan informasi dan pelayanan seperti itu, juga akan merasa kesulitan, padahal Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka ragam budaya dan objek pariwisata lainnya, namun tidak sedikit wisatawan yang belum mengetahui keberadaannya, maka tidak mengherankan apabila kita masih tertinggal bahkan dengan beberapa negara tetangga yang sudah mengalami kemajuan dibidang pariwisata. Sebagai perbandingan, Singapura dalam memasarkan obyek pariwisatanya sudah memanfaatkan teknologi informasi secara baik, pemerintah Singapura melalui Infocomm Development Authority (IDA) telah menjalin kerjasama dengan Singapore Tourism Board (STB) yang diberi nama Digital Concierge. Melalui Concierge, para wisatawan akan dilayani dengan layanan personal yang handy dan berbasiskan lokasi, mereka jugaakan memperoleh berbagai informasi seperti obyek wisata yang menarik di sekitar lokasi tempat wisatawan tersebut berada, informasi tersebut dapat diakses melalui berbagai piranti bergerak seperti ponsel.
Meskipun Indonesia sudah memiliki portal website yang cukup memadai, akan tetapi dari segi kontent atau isinya masih sederhana, permasalahan e-tourism di Indonesia adalah belum optimalnya pemasaran paket wisata karena informasi yang diberikan melalui website pariwisata belum memadai dan tidak bersifat interaktif dengan wisatawan yang membutuhkan informasi lengkap, juga belum terintegrasinya website-website pariwisata dengan dengan sistem informasi komponen lain dalam industri pariwisata seperti industri penerbangan, pelayaran, asuransi, agen travel, hotel, dan pengelola obyek wisata sendiri. Hal ini terlihat dari daerah Tujuan Wisata (DTW) yang diinformasikan hanya Jakarta dan Bali, dan belum menyentuh kekayaan pariwisata Indonesia sebagai negara kepulauan dan memiliki anekaragam budaya. Pengembangan kepariwisataan Indonesia masih belum terpadu dan memiliki akses terbatas pada lingkup Nasional. Disamping itu, pengembangan kepariwisataan Indonesia tidak memiliki hubungan dengan kepariwisataan dengan Negara Tetangga (Malaysia, Thailand, dan Singapura). Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia belum Optimal dalam mengembangkan e-Tourism.
Dengan memperhatikan kondisi kepariwisatan Indonesia, serta sinkronisasi sistem kepariwisataan terpadu, maka hendaknya kepariwisataan Indonesia melakukan transformasi pengembangan kepariwisataan dengan berbasiskan E-Tourism. Oleh karena itu, pengembangan E-Tourism sebaiknya lebih mendasarkan pada kondisi kepariwisataan Indonesia.
Konsep E-Tourism pada dasarnya merupakan konsep yang masih baru dan belum mendapatkan perhatian dari berbagai pihak yang bergerak dalam bidang pariwisata, khususnya di Indonesia. E-Tourism masih di lihat sebagai sesuatu hal yang masih perlu dikaji lebih jauh mengenai keberadaan. Meskipun dilain pihak dalam pengembangan pariwisata penekanan terhadap pemanfaatan Internet sudah tinggi, namun hal ini tidak di barengi dengan aplikasi internet tersebut sebagai alat pengembangan pariwisata. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka pengembangan E-Tourism sangat terkait erat dengan penggunaan internet sebagai media utama yang dipakai. Pada hakekatnya internet memiliki peran yang tidak terpisah dalam perkembangan teknologi, terutama pariwisata. Internet telah menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk mempermudah kinerja pengembangan pariwisata di Indonesia. Lewat internet banyak hal bisa di akses secara mudah, serta digunakan oleh sebagian besar masyarakat di dunia. Hal ini memungkinkan penyebaran informasi mengenai pengembangan pariwisata bisa diakses kapan, dimana, serta oleh siapa saja.
Ada tiga tingkatan utama dalam penyusunan sistem e-Tourism yaitu : 1) Bagian-bagian koleksi data, yang merupakan dasar dalam dalam melakukan standarisasi dan konsolidasi. Pada bagian ini terdapat elemen-elemen seperti hotel, tempat rekreasi, serta event-event penting yang bisa diakses oleh konsumen. Oleh karena itu, pengumpulan data serta penerapan standarisasi dan konsulidasi menjadi tujuan utama dalam tingkatan pertama; 2) manajemen dan follow-up dalam hal ini mencakup perancangan sistem yang akan disusun berdasarkan bagian-bagian standarisasi dan konsolidasi pada tingkatan pertama; 3) mencakup aplikasi ataupun penerapan sistem yang terjadi dalam rangka pemasaran. tingkatan ketiga pada dasarnya merupakan tingkatan penyampaian dan penyebaran informasi kepada wisatawan.
Dalam sistem kepariwisataan yang berbasiskan E-Tourism, penekanannya adalah pada online booking, namun disesuaikan berdasarkan perkembangan pariwisata di Indonesia, dimana konsumen pariwisata kembali diperhadapkan dengan hal klasik seperti ketersediaan waktu dan harga/keuangan. Kemudian sistem ini juga dihadapkan dengan masalah yang sama yakni akomodasi, transportasi, serta fasilitas dari aktivitas yang akan disiapkan. Namun yang berbeda dan menjadi ciri khas dari sistem ini adalah, adanya satu konsep objek wisata yang lebih terfokus untuk masalah kebudayaan, serta kawasan wisata yang ada.
Adapun alasan dasar mengapa hal-hal tersebut diangkat dan menjadi salah satu prioritas adalah karena lewat hal ini budaya Indonesia secara khusus diperkenalkan kepada konsumen dalam hal ini turis, disisi lain budaya yang ada akan terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat, karena lewat budaya ini bukan saja identitas yang akan tetap dipertahankan namun juga lewat budaya, masyarakat setempat pun mendapatkan penghasilan. Begitu juga kawasan wisata yang selama ini memiliki potensi yang besar namun belum diperhatikan bisa dapat dimaksimalkan oleh pemerintah daerah.
Lewat sistem online booking, sangat mempermudah konsumen merencanakan serta melakukan perhitungan yang tepat untuk mendapatkan paket liburannya. Hal ini disebabkan karena konsumen dalam hal ini wisatawan dapat mengetahui kepastian biaya yang dikeluarkan pada saat melakukan perjalanan. Disamping itu, wisatawan juga dapat memperoleh kepastian akan aktivitas yang akan dilakukan pada saat melakukan perjalanan.
Disisi lain, dengan adanya informasi yang komperhensif mengenai jarak ke lokasi wisata dan juga jaraka perjalanannya, maka akan mempermudah wisatawan dalam mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata tersebut. Oleh karena itu, jarak, tidak lagi menjadi masalah yang terlalu signifikan dalam penyampaian informasi untuk efisiensi dan efektifitas wisatawan.
Berdasarkan pemahaman diatas, maka kehadiran E-Tourism dalam meningkatkan pendapatan pariwisata sangatlah penting. Pengoptimalan potensi pariwisata tidak hanya berada dalam aras pembenahan lokasi maupun objek wisata, namun harus diikuti dengan pemafaatan teknologi internet dalam melakukan promosi serta pemesanan langsung oleh wisatawan.
Kepariwisataan Indonesia pada dasarnya memiliki potensi yang sangat besar dan merupakan sektor yang dapat diandalkan untuk mengembangkan, dengan syarat pengembangan potensi ini didukung oleh pola perencanaan dan pengembangan yang menyeluruh dengan melibatkan pemanfaatan teknologi internet.
Namun perkembangan kepariwisataan ini harus didukung oleh pola pengelolaan internet dalam rangka menyediakan informasi yang menyeluruh bagi wisatawan, yang nantinya dapat dipakai sebagai alat pengambilan keputusan untuk melakukan perjalanan wisata. Mengacu pada pemahaman tersebut, maka E-Tourism perlu diletakan sebagai alat didalam mengembangkan kepariwisataan Indonesia terutama dalam penyediaan informasi dan pemesanan paket pariwisata oleh wisatawan. Belajar dari pengalaman Malaysia, persoalan utama yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan kepariwisataan adalah ketidak tersediaan informasi yang menyeluruh tentang potensi pariwisata secara terintegrasi. Hal ini menyebabkan pariwisata Indonesia cenderung tertinggal di banding negara Malaysia, Thailand, dan Singapura. Oleh karena itu, didalam kepariwisataan, pengembangan e-Tourism berbasis online booking perlu menjadi perhatian Indonesia.
Melalui E-Tourism paling tidak dapat memberikan peningkatan pendapatan dalam bidang kepariwisataan bagi pariwisata Indonesia, dan juga mendorong promosi serta penyediaan informasi secara lengkap bagi wisatawan. Disisi lain, E-Tourism juga dapat mengurangi travel agen luar, sehingga semua pendapatan dari pengeluaran wisatan menjadi hak pariwisata Indonesia. Berdasarkan ketersediaan berbagai aspek seperti akamodasi, objek wisata, fasilitas untuk mendukung aktivitas wisatawan, , dan adanya informasi yang lengkap tentang jarak perjalanan dan didukung oleh kecocokan harga dan waktu, maka akan sangat membantu wisatawan untuk mengambil keputusan didalam melakukan perjalanan ke Indonesia. e-tourism dipandang sebagai bentuk pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang pariwisata, memberikan berbagai jasa layanan pariwisata kepada customers dalam bentuk telematika, dan menjadikan penyelenggaraan pemasaran pariwisata lebih mudah diakses.

KENDALA YANG DIHADAPI
Masalah penganggaran selalu menjadi kendala utama dalam menyiapkan data pariwisata dengan menggunakan Teknologi Informasi. Untuk membangun sarana dalam merepresentasikan, menyimpan dan memelihara data pariwisata menggunakan media internet membutuhkan biaya yang cukup besar. Biaya ini bukan hanya dari segi pembelian perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga biaya penyiapan informasi pariwisata yang tepat dan relevan. Setelah penyiapan dilakukan, juga diperlukan biaya untuk pemeliharaan, mengingat data pariwisata sangat dinamis sehingga membutuhkan penanganan yang seksama. Kebutuhan perangkat lunak lebih mudah diperoleh asalkan biayanya tersedia. Tapi kebutuhan untuk menyiapkan data pariwisata seperti di atas yang harus dapat disimpan secara baik bukan pekerjaan yang mudah. Hal ini disebabkan masih sulitnya mencari data pariwisata yang akurat serta langkanya ahli pariwisata. Kita tidak dapat mengisi suatu informasi pariwisata dengan data pariwisata yang seadanya atau asal-asalan. Selain itu untuk dapat melakukan interaksi dengan internet tentunya diperlukan sarana perangkat keras yang memadai dan jaringan komputernya. Hal ini masih dapat diatasi dengan sistem penyewaan sarana seandainya yang bersangkutan tidak memiliki sendiri.
Kendala lain adalah sosial budaya terutama bagi bangsa Indonesia karena kalau menggunakan internet maka interaksi antar manusia menjadi berkurang. Hal ini akan menimbulkan kecanggungan bagi sebagian besar masyarakat, apalagi penggunaan Teknologi Informasi bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia masih merupakan hambatan. Hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang biasa berinteraksi dengan internet dan umumnya adalah masyarakat usia muda.
Kendala lain adalah soal keamanan dimana masyarakat kita biasanya setelah membayar sesuatu maka akan langsungmenerimanya, atau malahan kalau mungkin berhutang dulu. Dengan adanya internet maka uang akan ditagih lebih dulu melewati kartu kredit yang bersangkutan, sedangkan produk baru diberikan belakangan. Hal seperti ini akan menimbulkan keraguan karena timbul perasaan tidak aman.



REFERENSI :
http://ade-hariri.blogspot.com/2010/03/i-manfaat-teknologi-informasi-bagi.html
1. Bhairawa Putera, Prakoso, Sri Mulatsih, Sri Rahayu, Destination Management Organization (Dmo): Paradigma Baru Pengelolaan Pariwisata Daerah Berbasis Teknologi Informasi, disampaikan pada acara Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009) ISSN: 1907-5022, Yogyakarta, 20 Juni 2009
2. Dinas Parinkom Kota Malang, http://www. Parinkom.pemkot-malang.go.id/, 8 Agustus 2006
3. Egger, Roman. 2008. Restructuring The Destination Management System Paradigm. EuroChire Dubai Conference 2008. http://pc.parnu.ee/~htooman/EuroChrie, diakses tanggal 8 Maret 2010
4. Geriya, W. Pariwisata dan Dinamika Kebudayaan Lokal, Nasional Global, Bunga Rampai Antropologi Pariwisata. Denpasar : Upada Sastra, 1996
5. Irna Is here, Bali Tourism Watch, Sistem Informasi Manajemen Pariwisata, Bandung, April 2008
6. Kusmayadi dan Sugiarto, Endar. Metodologi Penelitian dalam BidangKepariwisataan. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama, 2000
7. Nugroho, Santoso,. Saatnya Pariwisata Berbasis Teknologi Informasi, Pengembangan e-Gov, Mei 2007
8. Oetomo, B.S.D., Perspektif e-Business ; Tinjauan Teknis, Managerial dan Strategi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2001
9. PT. BALI ONLINE, memanfaatkan Internet sebagai Media Pemasaran, 12 September 2006
10. Putera, Prakoso Bhairawa dan Chichi Shintia Laksani. 2008. Penerapan Destination Management System (DMS) dalam PemasaranPariwisata Banga Belitung Berbasis TIK (Mengagas E-Tourism Visit Babel Archipelago2010). Prosiding SNATI 2008. Yogyakarta
11. Rahardjo, B., Memahami Teknonoli Informasi ; Menyikapi dan membekali Diri Terhadap Peluang dan Tantangan Teknologi Informasi, Elex Media Komputindo, 2002.
12. Rahyuda. K, Sudarma M., Strategi Teknologi Informasi Universitas Udayana, Bali Offset, 2003.
13. Rofiq, Ainur. Peningkatan Peran Infokom dalam Mempromosikan Pariwisata Daerah, Tinjauan dari Aspek Pemanfaatan Teknologi Informasi, Malang, Agustus 2006
14. Sudarma, Made. Persepsi Wisatawan Terhadap Efektivitas E-Kios Destinasi Pariwisata Bali. Fakultas Teknik Universitas Udayana Bali. sudarma@ee.unud.ac.id
15. Sudarma. M, Ariyani. S, Sistem Informasi Manajemen, Udayana Press. 2008
16. Wahyudi Setiawan. Belajar Ilmu Komputer ++ dari Penelitian dan Perkuliahan. Semantic Web Sebagai Solusi Masalah dalam E-Tourism Indonesia, Nopember 2009.




Industri Pariwisata dewasa ini telah menjadi salah satu industri yang sangat menjanjikan karena dapat memberikan keuntungan yang sangat berarti bagi pengusaha pariwisata itu sendiri, wilayah dan masyarakat sekitar bahkan tidak tertutup kemungkinan memberikan manfaat nyata bagi negara.

Dengan demikian tidak mengherankan kalau saat ini kita melihat begitu banyak negara baik negara maju maupun negara sedang berkembang berusaha untuk terus mengembangkan Industri Pariwisata. Salah satu faktor pendorong majunya industri pariwisata adalah perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang terkenal dengan istilah ICT (Information and Communication Technology).

Pada berbagai hal perkembangan ICT telah banyak memberikan perubahan termasuk peluang-peluang baru yang sangat berarti bagi kemajuan dan perkembangan industri pariwisata. Contoh positif yang sangat berarti dari kemajuan ICT adalah peluang publikasi dan promosi paket-paket wisata ke seluruh dunia menggunakan internet sehingga jarak dan waktu sudah tidak lagi menjadi kendala yang berarti dalam publikasi dan promosi.

Internet merupakan salah satu produk dari ICT yang merupakan teknologi industri pariwisata tidak saja bagiindustri pariwisata yang berskala besar tapi juga bagi pengelola pariwisata yang berskala kecil atau masih dalam tahap pengembangan. Seperti telah disinggung di atas, melalui teknologi internet ini setiap pengelola dapat mempromosikan dan menawarkan berbagai macam produk-produk atau paket-paket pariwisata ke berbagai belahan dunia, dengan cara yang mudah, cepat dan efektif.

Dengan kemajuan internet dewasa ini pula paket-paket wisata yang ditawarkan bisa langsung dilihat dengan jelas melalui gambar, animasi atau video. Dengan demikian para calon konsumen pun sudah dapat membayangkan suasanan dan kondisi daerah wisata yang akan dituju.

Selanjutnya calon konsumen akan dapat mengambil keputusan kemana mereka akan berlibur nantinya. Namun demikian terdapat beberapa kendala dan tantangan jika kita ingin memanfaatkan teknologi ini. Di antaranya adalah keterbatasan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) pengelola tempat wisata dalam hal penguasaan ICT.

Misalkan saja untuk menarik minat calon konsumen, keahlian para pengelola pariwisata dalam hal ICT diperlukan agar dapat menampilkan paket-paket wisata yang ditawarkan secara kreatif, unik melalui website sehingga dapat menarik minat calon konsumen. Kendala terkait infrastruktur yang masih minim seperti keterbatasan akses internet juga masih banyak dijumpai.

Keterbatasan dana juga masih menjadi kendala bagi para pengelola tempat  isata terutama untuk maintainance website yang dibuat. Kendala-kendala tersebut hendaknya dilihat sebagai tantangan dalam kacamata pemerintah. Dengan otonomi daerah sekarang ini, peran pemerintah daerahlah yang sangat diharapkan untuk memanfaatkan ICT untuk pariwisata ini secara optimal.

Pemerintah daerah diharapkan aktif melakukan halhal solutif berkaitan dengan hal ini. Contoh sederhana saja misalkan dengan memberikan pelatihan ICT bagi pengelola tempat dan industri pariwisata di daerah. Berkaitan dengan keterbatasan akses internet dan maintenance website dan server, sebagai langkah awal, pemerintah daerah dapat berinisiatif untuk memulai dengan merancang pola (template) website pariwisata daerah termasuk melakukan maintenance dan menanggung biaya pembuatan dan langganan.

Selanjutnya secara perlahan namun pasti, setiap pengelola tempat wisata akan dapat mengembangkan isi (content) website tempat wisata masingmasing. Pada akhirnya setelah manfaat dari peningkatan kualitas industri pariwisata ini telah dapat dimanfaatkan yang salah satunya dapat terindikasi dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata, maka perbaikan fasilitas infrastruktur terkait ICT
di daerah khususnya untuk lokasi tempat pariwisata dapat dilakukan dengan memanfaatkan dana peningkatan PAD dari sektor pariwisata tersebut.

Sebagai kesimpulan, kemjuan ICT perlu dimanfaatkan guna mendorong kemajuan industri pariwisata. Untuk memanfaatkan peluang tersebut peran pemerintah sangat diperlukan. Motivasi dari para pengelola tempat wisata untuk memanfaatkan ICT dengan dukungan pemerintah merupakan kunci utama agar konsep ini dapat dilaksanakan dengan sukses.

Referensi :http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=89424:pariwisata-internet-dan-masyarakat&catid=25:artikel&Itemid=44



Jaringan Komputer dapat diartikan sebagai suatu himpunan interkoneksi sejumlah komputer otonom. Dua buah komputer dikatakan membentuk suatu network bila keduanya dapat saling bertukar informasi..
Secara umum, jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri dan dunia usaha telah pula mengakui bahwa akses ke teknologi informasi modern selalu memiliki keunggulan kompetitif dibandingkan pesaing yang terbatas dalam bidang teknologi. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda.
Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang sistem informasi membawa pengaruh terhadap hampir semua aspek kehidupan,meliputi penggunaan jaringan komputer dalam dunia bisnis,pendidikan,kesehatan dan juga pariwisata.
Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan.Pengembangan pariwisata merupakan salah satu bagian terpenting dalam peningkatan ekonomi rakyat dan perekonomian Negara. Maka dari itu, sangat diperlukan usaha untuk mengembangkan pariwisata dan tentunya sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang mendukung.
Para pelaku bisnis pariwisata mempergunakan banyak media untuk mempromosikan pariwisata di daerahnya. Melakukan promosi melalui internet merupakan cara gampang dan mudah untuk berpromosi, karena seluruh dunia dapat melihat dan menerima informasi tersebut. Internet tidak semata-mata hanya merupakan temuan teknologi belaka, tetapi juga merupakan guru untuk mendidik manusia sehingga membuat hidup jauh lebih mudah.
Oleh karena itu kini teknologi sudah semakin maju dan berkembang dalam melakukan suatu aktivitas, aktivitas pariwisata yang dapat mendatangkan banyak wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah.
Manfaat Jaringan Komputer di dunia Pariwisata.
Pemanfaatan internet di dunia pariwisata dalam bentuk Website / Portal sangat beragam mulai dari sekadar pemberian layanan informasi dan promosi sampai layanan yang lebih kompleks misalnya : reservasi online (hotel, paket wisata, transportasi dll), sistem pembayaran online, pengelolaan data base pariwisata daerah dan proses interaksi dan transaksi lainnya.
Beberapa hal dari pemanfaatan jaringan komputer untuk pariwisata antara lain :
1.Komunikasi tidak mengenal batas ruang dan waktu , missal : orang Amerika yang ingin mencari informasi obyek wisata dan akomodasi di suatu daerah tertentu di Indonesia.
2.Akses yang mudah karena dapat dilakukan dari rumah
3.Menyediakan informasi sedetail mungkin : harga, lokasi, informasi sekitar, cuaca, atraksi, events, secara interaktif dan up to date.
4.Jangkauan yang sangat luas ke seluruh dunia dan murah.
5.Melawan ”bad publicity” tentang Indonesia misal : Indonesia dianggap tempat teroros dan kerusuhan sehingga orang takut berkunjung.
6.Menambah kredibilitas suatu organisasi karena memiliki e-mail dan website.
Kehadiran internet terutama tersedianya website/ portal pariwisata yang handal, lengkap dan interaktif tentu sangat mendukung promosi tujuan wisata yang ada di suatu daerah, sebagai contoh : sebuah website pariwisata milik suatu pemda memuat suatu promosi perjalanan wisata ke daerah yang meliputi :
• Lokasi obyek wisata (dimana, apa saja yang bisa dilihat) .
• Waktu yang dibutuhkan .
• Perkiraan biaya .
• Pendukung yang terkait (hotel, restoran, toko souvenir, sarana hiburan, atraksi wisata) .
• Saran souvenir yang perlu dibeli.
• Budaya lokal (adat istiadat, bahasa, kesenian dll)
Teknologi yang tersedia harus dipilih dengan tepat, terutama menyangkut jenis layanan wisata yang ditampilkan, untuk sekadar publikasi, maka cukuplah sebuah website yang memuat info pariwisata di sebuah daerah, berupa gambar/ foto-foto dan narasi serta informasi yang diberikan masih bersifat satu arah, hanya berisi penjelasan supaya masyarakat mengetahui .



Referensi :http://zagha24.wordpress.com/2010/10/30/jaringan-komputer-di-dunia-pariwisata/




 Menurut saya ,
Pariwisata di Indonesia berkembang karena Indonesia memiliki banyak tempat-tempat wisata di berbagai daerah dan budaya di Indonesia cukup bervariasi , hal tersebut yang mendorong parawisatawan mancanegara datang ke Indonesia dan membuat pemasukkan devisa di negara kita meningkat .
Dan juga membuat perekonomian di Indonesia akan semakin membaik apabila kita terus menjaga,melestarikan budaya dan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia. Serta kita mempromosikan wisata-wisata yang ada di Indonesia melalui internet misalnya ataupun melalui alat komunikasi yang lainnya.
Agar semua negara-negara dapat melihat kekayaan dan keindahan yang dimiliki Indonesia . 
Dengan memanfaatkan internet kita dapat mencari tempat-tempat wisata yang ingin kita kunjungi , selain itu kita juga dapat mencari tour guide daerah yang ingin kita kunjungi , kita dapat mencari tempat penginapan disekitar tempat wisata tersebut melalui internet.
Untuk mencari hal-hal tersebut kita tinggal mencari di google search .
Selain dari google , kita dapat melihat keindahan pariwisata yang ada di Indonesia melalui youtube.
Coba lihat pada tautan berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=ipS4Eeaaqsg .
Indonesia memang memiliki keindahan yang luar biasa , dan kita dapat mencari keuntungan dari keindahan yang dimiliki oleh ibu pertiwi kita ini , asalkan kita tahu bagaimana cara untuk menjaga,melestarikan, mengembangkan,dan mempromosikan keindahan alam yang Indonesia miliki.

Beberapa Objek Wisata yang ada di Indonesia  

bisa dilihat disini juga 

http://www.youtube.com/watch?v=uNq7MObbQk0

 Jawa Timur- Gn.Bromo

 Yogyakarta-Bukit Bintang

 Pacitan - Pantai Klayar
 Bali


 Bali Temple
 Sumatera- Danau Toba
 Yogyakarta
 Yogyakarta - Tugu
 Yogyakarta - Borobudur Temple
 Kepulauan Seribu

 Yogyakarta- Pantai Indrayanti

 Karimun Jawa
Pacitan - Pantai Klayar




Banyak sekali tempat wisata dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia , karena itu  mari kita memanfaatkan internet untuk memperkenalkan kepada dunia potensi yang dimiliki oleh Indonesia .Selain berguna untuk meningkatkan devisa di Indonesia juga dapat meningkatkan perekonomian penduduk Indonesia khususnya penduduk di daerah sekitar tempat yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat wisata,mereka bisa berwirausaha untuk membuat pernak-pernik maupun oleh-oleh khas yang dimiliki di daerah tersebut,mereka juga bisa bekerja menjadi tour guide di daerah wisata yang ada di daerah mereka, serta kita dapat menunjukkan kebanggaan terhadap Indonesia dan ini juga sebagai cara kita agar budaya kita tidak di rebut atau d akui oleh negara lain. Kita memberi tahu para wisatawan yang berkunjung tentang budaya-budaya yang ada di Indonesia.

So , Let's  keep Indonesia Culture Guys !







Kepulauan Mentawai - Sumatera

 Jam gadang - Sumatera


Sumatera - Pulau Kepala Burung , bangka belitung


Sumatera - Danau Toba

  

   Dieng-Jawa tengah


 Air Terjun Toroan - Madura


  Batu Night Spectacular - Malang ,Jawa timur


 Candi Borobudur - Yogyakarta


 Jawa Timur Park 1 - Malang,Jatim



 Candi Prambanan - Yogyakarta



 Jawa Timur Park 2 -Malang



                                  





1 komentar:

terima kasih, artikelnya menarik sekali. saya sdg membuat skripsi topik pengembangan prototipe website pariwisata terintegrasi. tapi saya memiliki kesulitan dalam modul hotel, krna sudah bbrpa bulan ini belu menemukan hotel yg mau d jadikan sebagai objek penelitian. apakah anda memiliki rekomendasi hotel d jkarta yg memperbolehkan saya melakukan penelitian ini? email saya liau_xiaomi@yahoo.com
terima kasih :)

Posting Komentar